Misi "Harakiri" Jepang demi Lolos dari Lubang Jarum

Zaccheroni dipastikan memainkan skema menyerang. Peluangnya bagaimana?

Selasa, 24 Juni 2014, 15:53 WIB
Anry Dhanniary
Pemain Timnas Jepang usai gagal manfaatkan peluang

VIVAbola - Shinji Kagawa dan Keisuke Honda hanya bisa meratapi langit usai peluit panjang laga melawan 10 pemain Yunani. Skor 0-0 membuat tim nasional Jepang harus melakoni laga super berat jika ingin lolos ke 16 besar.

Hasil imbang ini membuat Jepang berada di peringkat tiga klasemen Grup C. Kolombia sudah memastikan diri dengan poin enam dari dua laga, Pantai Gading mengikuti dengan poin tiga, lalu Jepang dan Yunani yang sama-sama memiliki satu poin.

Jika "Samurai Biru" ingin lolos, bak lolos dari lubang jarum, Jepang harus menang saat menghadapi sang pemuncak klasemen, Kolombia, pada laga penentuan di Cuiaba, Selasa, 24 Juni 2014 atau Rabu dini hari WIB.

Memang, Fredi Guarin cs sudah pasti lolos, sehingga bisa saja menyimpan sejumlah pemain. Tapi, kalaupun menang, nasib Jepang juga ditentukan oleh laga Yunani kontra Pantai Gading.

Kedua pesaing mereka itu setidaknya harus imbang 0-0, kalau Pantai Gading sampai menang sirnalah sudah harapan tersebut. Tapi, kalau Yunani menang, peluang Jepang lebih besar karena selisih gol yang lebih baik.

Melihat papan klasemen yang begitu berat, pantas saja para pasukan Jepang meratapi langit berharap keajaiban agar bisa menjadi wakil Asia pertama di babak knockout menemani Kolombia.

Misi "Harakiri" Mr. Zaccheroni

Tapi, bukan Alberto Zaccheroni namanya kalau tidak memiliki formula untuk memungkinkan Jepang meraih impian tersebut. Pelatih asal Italia ini dipastikan bakal menerapkan permainan menyerang sejak menit pertama.

Mister Zac kemungkinan besar akan kembali menerapkan formasi 4-2-3-1 yang digunakan saat tumbang 1-2 dari Pantai Gading di laga pembuka lalu. Kagawa yang dicadangkan saat lawan Yunani kini akan dipastikan masuk starting XI.

Honda akan kembali dipercaya sebagai playmaker, dengan ditemani Kagawa dan Shinji Okazaki di sektor sayap. Yuya Osako sepertinya bakal kembali menjadi ujung tombak, meski tampil mengecewakan di laga sebelumnya.

Satu lagi nama pemain yang bisa masuk starting XI adalah Yasuhito Endo, menggantikan Hotaru Yamaguchi, sebagai penjaga lini tengah menemani Makoto Hasebe. Perubahan ini demi menambah suplai bola ke depan sekaligus buat skema lebih menyerang.

Taktik ofensif ini memang bak misi bunuh diri, atau "harakiri" dalam bahasa Jepang, karena bisa dieksploitasi serangan balik cepat Kolombia. Namun, lebih baik menyerang total daripada diam diri menanti tiket pulang ke kampung halaman.

Pada barisan belakang Zaccheroni masih kebingungan mencari duet Maya Yoshida di jantung pertahanan. Dua pemain dicoba pada dua laga sebelumnya, penampilannya pun biasa-biasa saja.

Pada sektor full-back, Jepang pasti akan menurunkan Yuto Nagatomo dan Atsuto Uchida. Pengalaman mereka bersama Inter Milan dan Schalke sudah terlihat di laga kontra Yunani serta Pantai Gading.

Sementara itu, untuk Kolombia, Jose Pekerman kemungkinan besar akan menyimpan Carlos Sanchez yang sudah menyimpan satu kartu kuning. Kalau gelandang bertahan ini sampai absen di fase knockout bisa bahaya.

Selebihnya, Los Cafeteros bakal diperkuat pemain intinya. Mungkin hanya Jackson Martinez yang akan dipercaya sebagai ujung tombak demi menjaga kondisi penyerang utama Teofilo Gutierrez.

Fredi Guarin, juga sepertinya akan diturunkan sejak menit pertama setelah sebelumnya hanya pemanas bangku cadangan. Winger Inter ini menggantikan Victor Ibarbo di sektor kiri penyerangan.

Peluang Jepang berat

Kalau melihat sejarah kedua negara, Kolombia selalu kesulitan menghadapi Jepang yang kerap tampil ngotot. Pertemuan pertama kedua tim pada Piala Konfederasi 2003, saat itu Kolombia menang 1-0.

Pada ajang Piala Kirin 2007, Jepang sukses menahan imbang Kolombia 0-0 saat tampil di depan publik sendiri. Kini, di ajang Piala Dunia 2014 keduanya kembali bertemu.

Tim "Matahari Terbit" memang kerap mengejutkan saat tidak diunggulkan. Permainan penuh rasa ngotot sering menjadi poin utama kebangkitan Jepang di laga-laga krusial. Peluang untuk meraih hasil imbang sebenarnya besar, tapi kalau menang cukup sulit.

Pertahanan Kolombia yang akan diisi oleh pemain-pemain terbaiknya bakal membuat pertahanan Jepang bekerja ekstra keras. Skema menyerang dengan kecepatan tinggi milik Zaccheroni bakal mendapat ujian.

Kalau dari susunan skuad, Jepang memiliki komposisi yang mumpuni di segala lini. Tapi, kreativitas tim terlalu dangkal. Honda masih kesulitan menjadi satu-satunya otak permainan Jepang. Kehadiran Kagawa diharapkan bisa memberi opsi lebih. (art)

© VIVAbola
Rating
KOMENTAR ANDA
Kirim Komentar
Anda harus login untuk mengirimkan komentar
atau  
Belum memiliki akun VIVA? Silakan mendaftar.