Ketergantungan Argentina Pada Messi Dapat Ujian Lagi

Argentina harus menang kalau ingin menghindari Prancis, yang onfire.

Rabu, 25 Juni 2014, 04:20 WIB
Anry Dhanniary
Pemain Timnas Argentina, Lionel Messi, usai cetak gol

VIVAbola - Prancis tengah dalam performa menawan di dua laga pertama Piala Dunia 2014 dengan total delapan gol. Tim sekelas Argentina pun pasti was-was. Kemenangan di partai pamungkas Grup F patut diraih Lionel Messi cs.

La Albiceleste akan melakoni laga sulit kontra Nigeria hari Rabu ini, 25 Juni 2014, di Porto Alegre. Meski saat ini berada di puncak klasemen dengan enam poin, posisi mereka masih rawan.

Jika 'Elang Super', yang saat ini memiliki empat poin, sampai meraih kemenangan, Argentina akan melorot ke peringkat dua klasemen dan bertemu dengan Prancis pada fase babak 16 besar. Tentu bukan kabar baik meski diperkuat seorang Messi.

Kemenangan atas Nigeria pasti menjadi target utama Argentina. Karena itu, Alejandro Sabella pasti akan mengistruksikan strategi menyerang sejak menit pertama. Gol cepat mereka incar untuk menjatuhkan mental sang rival.

Tapi, bukannya Argentina punya masalah. Sabella menilai mereka terlalu bergantung pada La Messiah. Messi jadi aktor kemenangan atas Bosnia Herzegovina di laga pembuka, lalu pencetak gol satu-satunya dalam kemenangan atas Iran akhir pekan kemarin.

Sang pelatih pun sedikit gusar. Ia meminta perbaikan kalau ingin mencetak gawang Nigeria, yang saat ini menjadi satu-satunya negara yang gawangnya masih 'perawan'.

"Jelas, kami ingin berkembang. Ada banyak hal yang kami harus pikirkan dan perbaiki," ujar Sabella, seperti dilansir Reuters, usai melawan Iran di Belo Horizonte.

"Semua pemain yang turun hari ini berkontribusi atas kemenangan ini tapi, tentu saja, kami punya pemain jenius bernama Messi. Untung dia orang Argentina. Semua orang ingin memilikinya tapi dia milik kami," tutur sang pelatih.

Formula 4-3-3 pasti akan kembali diterapkan. Sergio Aguero, Gonzalo Higuain dan Messi akan memimpin lini serang juara dunia dua kali tersebut. Padahal, skema ini kesulitan melewati pertahanan si sektor sayap Iran.

Bisakah Argentina 'Perawani' Nigeria?

Menurut Sabella sendiri, hal seperti ini memang sebenarnya bisa terjadi. Tapi, berkaca pada kualitas penyerang mereka hal ini seharusnya tidak patut terjadi.

"Tentu saja, kami ingin selalu menang. Kami akan menyeimbangkan sektor penyerangan di laga selanjutnya. Tapi, hal ini tak pernah mudah," imbuh Sabella.

Satu-satunya perubahan yang mungkin dilakukan Argentina adalah mencadangkan Marcos Rojo. Bek ini sudah mengantungi satu kartu kuning, sehingga beresiko absen pada babak 16 besar nanti.

Nigeria sendiri bukan lawan yang mudah bagi tim dengan serangan balik cepat seperti Argentina. Juara Afrika ini sangat disiplin dalam bertahan dan tidak segan bermain keras.

Sektor penyerangan Nigeria memang sedang dalam kondisi mengkhawatirkan, baru satu gol sejauh ini. Gol Peter Odemwingie ke gawang Bosnia itu pun berbau kontroversi.

Tapi, kemenangan 1-0 itu menjadi pelecut semangat besar bagi skuad Nigeria. Hasil itu merupakan kemenangan pertama sejak 1998, menuntaskan sembilan laga beruntun tak pernah menang.

"Kemenangan memberi efek berbeda pada semua orang. Sekarang kami akan menatap ke depan dan kalau kami lolos, semuanya bisa terjadi," ujar pelatih Nigeria Stephen Keshi, usai kemenangan tersebut.

"Mungkin kami terinspirasi kemenangan kami di Piala Afrika. Kami butuh kemenangan. Kami punya pemain fantastis. Tak pernah ada pikiran kami akan gagal. Selama pemain bekerja keras, kami punya kesempatan," imbuhnya.

Berebut Tiket Sisa Grup E

Menatap ke Grup E, Prancis yang akan melawan Ekuador pada laga terakhir sepertinya tidak akan terlalu ngotot. Dengan keunggulan tiga poin serta +6 dalam selisih gol atas Ekuador dan Swiss, sepertinya posisi puncak sudah aman.

Karena itu, Les Bleus tinggal mencari pendamping mereka yang akan melenggang ke babak 16 besar. Ekuador dan Swiss akan saling sikut, keduanya baru memiliki tiga poin dari dua laga.

Ekuador akan mengandalkan Enner Valencia, pencetak seluruh (3) gol di Grup E saat ini. Pelatih Reinaldo Rueda pun tak memungkiri ketergantungannya pada topscorer Liga Meksiko tersebut. "Saya pikir kami diberkati Tuhan memiliki pemain dengan banyak gol seperti ini," ujarnya usai kemenangan 2-1 atas Honduras.

Jika Ekuador dalam kondisi usai meraih kemenangan, beda dengan Swiss. Wakil Eropa ini harus berjuang keras melupakan kekalahan 2-5 dari Prancis pada laga terakhir mereka.

Hasil itu membuat selisih gol mereka jadi -2, atau lebih buruk dari Ekuador yang memiliki selisih gol impas (+0). Kalau sampai bermain imbang lawan Honduras tanpa gol, maka melayang sudah tiket ke babak knockout.

Meski menjadi juru kunci, Honduras adalah tim yang kompetitif dengan permainan fisik. Apalagi, laga penentuan nanti akan digelar di stadion di jantung hutan Amazon, Manaus. Tapi, hal itu tak dijadikan alasan.

"Iklim tak perlu dibahas. Kami harus menunjukan performa yang sama seperti di babak kualifikasi," ujar pemain Swiss, Xhaka, usai laga lawan Prancis.

"Kami harus menganalisa kesalahan kami dan sangat penting untuk tak mengulanginya. Tim ini punya karakter. Itu harus dimunculkan lagi," tambah gelandang, Blerim Dzemaili.

© VIVAbola
Rating
KOMENTAR ANDA
Kirim Komentar
Anda harus login untuk mengirimkan komentar
atau  
Belum memiliki akun VIVA? Silakan mendaftar.