Status Favorit Brasil Ditantang "Kuda Hitam" Chile

Chile bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan begitu saja.

Sabtu, 28 Juni 2014, 02:19 WIB
Luzman Rifqi Karami
Para pemain Brasil
VIVAbola - Duel sesama tim Amerika Selatan akan tersaji di babak 16 besar Piala Dunia, Sabtu 28 Juni 2014. Tuan rumah Brasil akan menghadapi tim kuda hitam, Chile di Estádio Mineirão, Belo Horizonte.

Brasil datang sebagai pemuncak grup A. Selecao mengumpulkan 7 poin dari 3 laga. Sementara itu, Chile berstatus sebagai runner-up grup B dengan torehan 6 poin dari 3 laga.

Brasil boleh saja diunggulkan dalam laga ini. Status tuan rumah ditambah materi tim yang lebih baik membuat Selecao dianggap bisa melewati hadangan Chile. Namun, Chile bukanlah lawan yang bisa dengan mudah ditaklukkan begitu saja.

Penampilan di fase grup bisa menjadi buktinya. Arturo Vidal dan kawan-kawan sukses menaklukkan Spanyol yang berstatus juara bertahan dengan skor 2-0. Sikap waspada ditunjukkan pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari.

"Kami terus berkembang dari pertandingan melawan Meksiko. Brasil bisa terus tampil lebih baik karena tahu Chile adalah tim yang amat solid. Chile punya kualitas mumpuni. Jika boleh memilih, saya ingin melawan tim lain. Tim asal Amerika Latin selalu menyulitkan,” ujar Scolari dilansir Sky Sports.

Senada dengan Scolari, Neymar mengakui bahwa mengalahkan Chile bukanlah hal mudah. Sebelumnya, Chile sukses mengalahkan Spanyol yang merupakan sang jawara bertahan, kemudian Australia di laga kedua penyisihan Grup B.

"Laga ini akan amat menyulitkan. Banyak tim raksasa yang telah jadi korban. Tak ada tim lemah di sini," ungkap Neymar.

Brasil begitu serius dalam persiapan menghadap Chile. Mereka bahkan sampai mengirim helikopter untuk memantau persiapan tim besutan Jorge Sampaoli. Helikopter milik stasiun televisi Globo itu terbang berputar di atas markas latihan Cruzeiro, Toca da Raposa selama beberapa menit.

Pelatih Chile, Jorge Sampaoli yang menyadari kehadiran mata-mata itu langsung menghentikan sesi latihan. Dan setelah helikopter itu pergi, mereka baru kembali melanjutkan latihan.

"Ancaman" Wasit
Chile juga begitu ketakutan menghadapi Brasil. Uniknya, kekhawatiran itu muncul terkait wasit yang akan memimpin pertandingan. Hal itu diungkapkan winger Chile, Alexis Sanchez.

Ketakutan Sanchez cukup beralasan. Pasalnya, Brasil sempat diuntungkan wasit ketika mengalahkan Kroasia 3-1 pada laga pertama Grup A Piala Dunia 2014, 12 Juni 2014. Ketika itu wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura, memberi Brasil penalti kontroversial.

"Saya pikir Brasil adalah tim dengan pertahanan terbaik. Mereka punya kualitas yang hebat, dan saya senang kami akan menghadapi Brasil serta Neymar. Tapi, ketakutan saya ada di wasit. Kita lihat saja nanti," ujar Sanchez seperti dilansir FourFourTwo.

FIFA sendiri telah menunjuk wasit berpengalaman asal Inggris, Howard Webb, untuk memimpin laga Brasil melawan Chile. Webb adalah wasit terbaik yang dimiliki Inggris saat ini, dan merupakan wasit final Piala Dunia 2010 antara Spanyol melawan Belanda.

Sementara itu, pelatih Chile, Jorge Sampaoli sama sekali tak gentar melawan tuan rumah. Secara pengalaman, Sampaoli, mengakui bahwa Brasil lebih unggul. "Tapi, secara kualitas kami tidak kalah. Chile punya pemain bagus dengan rasa lapar dan haus akan kemenangan. Kami akan menunjukkan permainan terbaik (saat melawan Brasil)," kata Sampaoli seperti dikutip ESPN.

"Semua lawan yang kami hadapi di fase berikutnya akan sangat sulit. Itu membuat kami sudah sangat siap. Kami siap melawan siapa saja," tegasnya.

Jika melihat rekor pertemuan, Brasil unggul jauh atas Chile. Dari 68 pertandingan, Selecao menang 48 kali berbanding 7 pertandingan milik La Roja. 13 laga lainnya berakhir imbang. Sebanyak 159 gol dicetak Brasil, sedangkan Chile hanya kebagian 58 gol.

Menanti Uruguay Tanpa Suarez
Satu partai lainnya yang tak kalah menarik terjadi di Estadio Maracana, Rio de Janeiro. Ada laga dua tim Amerika Selatan lainnya, Kolombia melawan Uruguay.

Bicara mengenai tradisi, Uruguay jelas ada di atas Kolombia. La Celeste sudah 2 kali menggondol trofi Piala Dunia, sedangkan pencapain terbaik Los Cafeteros adalah babak 16 besar.

Namun, kekuatan Uruguay sedikit pincang karena harus kehilangan Luis Suarez. Bomber Liverpool ini baru saja dijatuhi sanksi oleh FIFA setelah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini. Suarez mendapatkan  hukuman larangan bermain 9 laga internasional. Kemudian, bintang Liverpool itu juga dilarang beraktivitas di dunia sepakbola selama 4 bulan lamanya.

Tanpa Suarez, Uruguay terlihat kesulitan. Terbukti, di laga perdana Uruguay yang tidak diperkuat striker Liverpool itu ditaklukkan Kosta Rika 1-3.

Sementara itu, penampilan konsisten justru ditunjukkan oleh Kolombia. Tim besutan Jose Pekerman sukses menyapu bersih kemenangan dari 3 pertandingan dan menyandang status juara grup C. Tanpa Radamel Falcao yang mengalami cedera, Kolombia rupanya tetap mampu tampil produktif. Sebanyak 9 gol sukses dicetak dari 3 laga.

Gelandang serang AS Monaco, James Rodriguez menjadi kunci ketangguhan Kolombia. Pemain 22 tahun ini sukses mencetak 3 gol. Ada juga Jackson Martinez yang sudah mencetak 2 gol. Uruguay wajib hati-hati menghadapi Kolombia.

Lihat berita menarik lainnya dengan mengklik tautan ini.
© VIVAbola
Rating
KOMENTAR ANDA
Kirim Komentar
Anda harus login untuk mengirimkan komentar
atau  
Belum memiliki akun VIVA? Silakan mendaftar.